Monday, February 22, 2016

Yahoo Butuh "Spin Off" Saham di Perusahaan Alibaba



Jakarta - Perusahaan pesaing Google asal Amerika Serikat (AS), Yahoo, telah mengatakan akan melakukan "strategi alternatif" untuk memperbaiki bisnis perseroannya, termasuk melakukan spin off saham riteler online China Alibaba yang dimiliki perseroan.

Yahoo mengatakan pihaknya sedang menyiapkan sebuah komite untuk melihat ke dalam bagaimana bisnisnya dapat ditata kembali untuk memperbaiki krisis keuangan yang tengah dihadapi oleh Yahoo saat ini. Demikian seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Minggu (21/2/2016).

Dilaporkan, harga saham perusahaan telah anjlok lebih dari 40 persen sejak akhir 2014 dan sang bos, Marissa Mayer, sedang berada di bawah tekanan untuk merevitalisasi bisnis perusahaannya. Awal bulan ini Yahoo telah memangkas 15 persen tenaga kerjanya setelah menderita kerugian sebesar US$4,3 miliar. Dengan adanya PHK maka perusahaan akan memiliki sekitar 9.000 staf pada akhir 2016.

"Memisahkan saham perseroan yang terdapat di Alibaba bagi bisnis operasi Yahoo adalah hal yang penting untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham kami," kata Mayer.

"Kita bisa mencapai hasil dengan bekerja sama dengan komite, sementara secara paralel kita akan melaksanakan rencana strategis secara agresif untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis kami dan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas," tambahnya.

Seperti diketahui, valuasi aset Yahoo saat ini sekitar US$28 miliar. Pada bulan Februari 2008 Microsoft menawarkan diri untuk membeli perusahaan tersebut senilai US$44 miliar. Pada bulan Oktober 2011 penawarannya berkurang menjadi US$18 miliar. Kendati demikian, kedua penawaran itu ditolak oleh Yahoo.

Yahoo telah menunjuk Goldman Sachs, JP Morgan, dan PJT Partners sebagai penasihat keuangan. Kelompok teknologi Kalifornia tersebut mengatakan tidak akan membuat komentar lebih lanjut tentang masalah tersebut sampai kesepakatan telah tercapai.
Load disqus comments

0 comments