![]() |
| (ilustrasi/net) |
Pria kelahiran tahun 1983 itu meninggal bersimbah darah, karena mengalami luka tusuk di dada. Warga menemukan korban sudah tidak bernyawa, Sabtu (25/2/17) sekitar pukul 06.30 Wita. Lokasi persisnya, korban ditermukan depan rumah Luh Srijati Jalan Gunung Salak Gang Esa, No. 77, Banjar Abasan, Desa Padasambian Kelod, Denpasar Barat.
Polisi yang datang ke lokasi mendapati posisi korban tengkurep mengahadap ke timur, tangan kanan lurus ke atas, tangan kiri berada di atas dada. Saat itu, korban menggunakan baju kaos warna abu-abu lengan biru, celana panjang jeans warna abu-abu.
Petugas menemukan juga sandal jepit warna hitam merk Eiger, rokok marllboro merah dan korek gas pada saku kanan celana, bercak darah, terdapat tatto jantung di lengan tangan kiri, tato jantung pada pergelangan kanan, tato ikan pada bahu kanan, tatto pada betis kanan
Seorang saksi Gede Sudama warga setempat mengaku mendengar anjing peliharaan menggonggong tidak henti-hentinya di gang selatan rumah. Dia juga mendengar ada keributan antar beberapa orang. Dia sempat mengecek ke luar rumah namun dicegah sang istri.
Dia sempat menghubungi pecalang, I Made Suweca perihal ada keributan di gang Esa. Sekitar pukul 05.30 Wita, Kelihan Adat abasan Nyoman Surajaya membangunkan saksi dan mengatakan laporan warga, ada orang tergeletak bersimbah darah dalam keadaan meninggal dunia.
Terkait kejadian itu Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP Sugriwo masih melakukan penyelidikan dengan menggali semua keterangan dan barang bukti di lokasi. "Masih dalam penyelidikan kasusnya," singkatnya kepada wartawan. (rhm)

0 comments