![]() |
| Kedatangan Raja Salman di Bandara Ngurah Rai (foto:istimewa) |
Perihal diperpanjangnya masa liburan Raja Salman sebagaimana surat elektronik dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta tertanggal 6 Maret 2017 yang beredar di kalangan media. Dalam surat bersifat sangat segera yang bertanda tangan dan berkop surat Kerajaan Arab Saudi itu, ditembuskan ke Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.
Disebutkan, merujuk Nota Kedubes No.211/645 tertanggal 11 Januari 2017, perihal kunjungan kenegaraan Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman Bin Abdulaziz AL Saud, Pelayan Dua KOta Suci ke Indonesia pada tangga; 1-9 Maret 2017, dengan ini Kedubes memberitahukan bahwa Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman Bin Abdilaziz Al-Saud berkeinginan untuk memperpanjang masa liburannya di Bali sampai 12 Maret 2017.
Selain berisi surat pemberitahuan tersebut, pihak Kedutaan Besar Kerajaan Saudi Arabia di Jakarta juga menyampaikan penghargaa yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri RI. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengki Widjaja juga membenarkan, diperpanjangnya liburan Raja Salman di Bali
Informasi yang dia dapatkan, alasan perpanjangan masa liburan Raja Salman karena merasa nyaman dengan iklim yang cenderung stabil. Lebih dari itu juga, keindahan pantai di Bali sangat disukai Raja Salman. Terkait perpanjangan masa liburan Raja Salman, Widjaja menegaskan, tidak ada perubahan skenario khusus terkait pengamanannya..
"Jumlah personel tetap, hanya waktunya saja diperpanjang," singkat Widjaja kepada wartawan. Kabar diperpanjangannya kunjungan Raja Salman sebelumnya juga dibenarkan pihak PT JAS selaku perusahaan ground handling yang ditunjuk maskapai Saudi Arabian Airlines (SV).
Diputi Operasioal PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Subiyono mengungkapkan, sesuai jadwal pelayanan darat yang diterimanya, PT JAS memberikan pelayaan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga 12 Maret 2017 atau saat kepulangannya.
"Raja Salman dan rombongan telah tiba di Bali untuk berwisata hingga 12 Maret 2017, lebih lama dari jadwal semula pada 9 Maret 2017," tutur Subiyanto kepada awak media belum lama ini di Kuta. (rhm)

0 comments